Dukung Gebrakan Gubernur Olly, Kemenkop UKM Siapkan Program Khusus Koperasi Nelayan di Sulut

Donald Karouw ยท Kamis, 16 September 2021 - 15:50:00 WITA
Dukung Gebrakan Gubernur Olly, Kemenkop UKM Siapkan Program Khusus Koperasi Nelayan di Sulut
Menkop UKM Teten Masduki bertemu dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey di ruang kerjanya, Kamis (16/9/2021) di Jakarta. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM memberikan dukungan kepada Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dengan menjadikan provinsi itu sebagai role model untuk penerapan korporatisasi pertanian dan program khusus koperasi nelayan. Dua program ini dalam rangka penguatan ekonomi berbasis pangan. 

Menkop UKM Teten Masduki menyampaikan hal itu saat menerima Gubernur Sulut Olly Dondokambey di ruang kerjanya, Kamis (16/9) di Jakarta. Keduanya berbincang membahas konsep pengembangan produk pertanian dan perikanan daerah berbasis koperasi dan UMKM. 

"Kami melihat gebrakan pak Gubernur Olly untuk memacu sektor pertanian dan perikanan perlu didukung. Kami akan siapkan beberapa skema untuk kelembagaan seperti koperasi nelayan juga pola korporatisasi petani," kata ujar Teten. 

Dia mengatakan, bantuan pemerintah tidak hanya permodalan saja, tapi juga kepastian agregator untuk berbagai produk antara lain kelapa, perikanan dan udang. 

"Jadi kita memang tidak bisa membiarkan petani itu maju dan berkembang dengan skala kecil, harus dalam bentuk korporatisasi. Pengalaman negara maju seperti New Zealand dan Norwegia seperti itu," ujar Teten. 

Sementara Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyambut baik dukungan itu. Dia menyampaikan berbagai langkah yang sedang dijalankan pemerintah daerah di bidang kelautan dan perikanan serta pertanian.

"Hikmah dari Covid 19 ini antara lain bagi kami dengan memberdayakan potensi pertanian dan kelautan secara serius. Permintaan ekspor kan cukup tinggi sehingga peluang inilah kami manfaatkan," ujar Gubernur Olly.
 
Olly juga mengatakan, pemerintah daerah mengintervensi mulai dari standardisasi produk hingga menyiapkan armada angkut pesawat yakni Garuda Indonesia. "Nah setelah alur ekspor ini terbentuk, harus kita jaga dan kembangkan lagi," ujarnya. 

Dia juga mengusulkan agar program khusus koperasi nelayan tidak hanya fokus di nelayan saja, tetapi juga terintegrasi dengan penjualan. Jadi, konsepnya koperasi yang membawahi nelayan akan terintegrasi dengan koperasi untuk penjualan hasil tangkapan ikan. 

"Contoh, jika suaminya nelayan yang melaut nanti hasil tangkapan yang memasarkannya di pelelangan ikan adalah istri mereka sendiri. Semua di bawah naungan koperasi. Model seperti ini kan membuat ekonomi keluarga lebih sejahtera dan koperasi juga maju," ujar Olly. 

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: