Pembatasan Jam Operasional Usaha di Manado, Pendapatan Pengusaha Jeblok

Subhan Sabu · Kamis, 14 Januari 2021 - 17:43:00 WITA
Pembatasan Jam Operasional Usaha di Manado, Pendapatan Pengusaha Jeblok
Pusat bisnis kawasan Megamas di Manado. (Foto: Okezone/Subhan Sabu)

MANADO, iNews.id - Pembatasan jam operasional bagi tempat usaha di Kota Manado masih berlaku untuk mencegah meluasnya penyebaran virus Covid-19. Pembatasan jam operasional itu membuat para pelaku usaha mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit. 

Salah satu pemilik kawasan Megamas yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Kota Manado, Amelia Tungka mengaku pembatasan tersebut berdampak sangat besar bagi pengusaha di Manado.

"Sangat berpengaruh terhadap semua pengusaha yang ada di kawasan kami. Begitupun saya yakini berpengaruh terhadap pengusaha yang ada di seluruh Manado," kata Amelia Tungka, Kamis (14/1/2021).

Dari mal sendiri menurutnya customer yang masuk ke dalam mal berkurang 70 persen dibandingkan waktu normal meski dibuka dari pagi sampai pukul 20.00 WITA tapi tetap sangat berpengaruh.

"Dampak untuk seluruh tenant sendiri berdampak sekali karena pendapatan mereka pasti turun dengan mal semakin sedikit pengunjung tentu semuanya semakin menurun," ujarnya.

Tenant-tenant juga menurutnya mengeluhkan income mereka yang biasanya di bulan Desember bisa panen lebih. Ini tidak sesuai harapan dan mereka mengaku cukup ngos-ngosan selama pandemi.

"Yang kami harapkan adalah tenant-tenant bisa melakukan adaptasi, dimana bila terjadi kejadian seperti ini mereka bisa melakukan penjualan online. Itu yang kita sarankan kepada tenant-tenant yang ada di kawasan Megamas," tutur Amelia.

Pembatasan jam operasional ini menurutnya bukanlah salah pemerintah, tetapi masyarakatlah yang harus lebih aware dan lebih menyadari bahwa Covid-19 itu ada.

“Kalau mau mata rantai covid itu terputus mari kita sama-sama bantu pemerintah untuk bersama-sama memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Untuk menangkal Covid-19 tentunya ini salah satu dari pemerintah yang harus didukung dan orang-orang juga harus menyadari bahwa yang kita lawan adalah sesuatu yang tidak dapat kita lihat tetapi nyata.

"Saya sendiri sudah melalui beberapa hal dimana keluarga dekat saya meninggal karena Covid-19. Dalam satu bulan ini mungkin ada empat atau lima. Jadi memang kita harus sangat berhati-hati, pastikan kita menjalankan protap kesehatan yang sesuai dengan anjuran pemerintah," tuturnya.

Editor : Cahya Sumirat