Polda Gorontalo Tegaskan Pemalsu Hasil Rapid Test Dapat Dijerat Hukum

Subhan Sabu ยท Jumat, 15 Januari 2021 - 21:02:00 WITA
Polda Gorontalo Tegaskan Pemalsu Hasil Rapid Test Dapat Dijerat Hukum
Ilustrasi rapid test. (Foto: Istimewa)

GORONTALO, iNews.id – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo Kombes Pol Deni Okvianto mengatakan pemalsuan surat keterangan hasil rapid test merupakan tindak pidana. Pelakunya dapat dipersangkakan pasal 263 KUHP yang merupakan pasal pokok pemalsuan surat dengan ancaman 6 tahun.

"Apabila pelakunya adalah seorang dokter yang dengan sengaja memberikan surat keterangan palsu maka sesuai dengan pasal 267 ayat (1) KUHP dapat terancam pidana paling lama empat tahun," kata Deni, Jumat (15/1/2021)

Begitu juga dengan mereka yang dengan sengaja menggunakan surat keterangan palsu tersebut, diancam pidana yang sama sebagaimana diatur dalam pasal 267 ayat (3) KUHP.

"Barang siapa yang dengan sengaja memalsukan surat dokter dan yang menggunakannya dapat dijerat dengan pasal 268 ayat (1) dan Ayat (2) KUHP dengan ancaman paling lama 4(empat) tahun," ujarnya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Gorontalo dan para pihak yang memiliki kewenangan membuat surat keterangan rapid test agar mematuhi prosedur dalam pembuatannya karena ada tanggung jawab secara hukum.

Editor : Cahya Sumirat

Halaman : 1 2