Prajurit Kodim Bolmong Dikerahkan Bantu Korban Banjir dan Longsor di Bolsel

Antara, Donald Karouw ยท Rabu, 05 Agustus 2020 - 11:31 WITA
Prajurit Kodim Bolmong Dikerahkan Bantu Korban Banjir dan Longsor di Bolsel
Jembatan rusak di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), akibat dilanda banjir dan longsor. (Foto: BNPB)

MANADO, iNews.id - Prajurit Kodim Bolaang Mongondow (Bolmong) membantu masyarakat korban banjir di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara (Sulut). Bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 24 dan 31 Juli lalu di kabupaten tersebut menyebabkan puluhan ribu warga terdampak dan kerusakan infrastruktur.

"Anggota Kodim Bolmong sudah turun ke lapangan bersama seluruh komponen di Bolsel untuk membantu masyarakat setempat," kata Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong, usai serah terima jabatan tiga Dandim di Manado, Selasa (4/8/2020).

Prince Meyer Putong mengatakan, bencana banjir yang terjadi di wilayah tersebut melanda perumahan masyarakat. Bahkan, ada jembatan yang putus. Prajurit dari Kodim Bolmong membantu masyarakat yang saat ini masih kesulitan pascabanjir tersebut.
"Prajurit Kodim Bolmong membantu masyarakat korban banjir," katanya.

Selain membantu warga yang terdampak bencana alam itu, prajurit juga telah ikut dalam upaya penanganan pencegahan Covid-19 di wilayah Sulawesi Utara. "Semua Komandan Kodim ikut secara aktif dalam menekan penyebaran CovidD-19 tersebut," katanya.

Diketahui, Kabupaten Bolsel, dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 24 dan 31 Juli lalu. Data terbaru dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB, bencana ini menelan satu korban jiwa dan 7.046 kepala keluarga (KK) atau 22.655 jiwa terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, selain berdampak pada 22.655 jiwa, bencana banjir bandang dan tanah longsor itu juga merusak permukiman warga. Sedikitnya 64 rumah rusak berat dan 29 lainnya hanyut.

“Selain merusak permukiman, bencana banjir juga merusak beberapa jembatan, seperti jembatan Kombot Timur, Salongo 1, Salongo Besar, Bakida, Sinandaka dan Pakuku Jaya,” kata Raditya Dika dalam siaran pers, Selasa (4/8/2020).

Pascabencana tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolsel telah menetapkan status tanggap darurat 14 hari yang berlaku dari 24 Juli hingga 6 Agustus 2020. Ini dilakukan untuk memudahkan akses penanganan darurat dalam merespon dua kejadian bencana di Kabupaten Bolsel.

Pemerintah daerah dan unsur-unsur terkait telah membentuk pos komando (posko) untuk melakukan respons darurat. Mereka telah menyalurkan makanan siap saji, air bersih dan bahan makanan kepada warga terdampak. Posko mengidentifikasi tiga kecamatan terisolasi sehingga pendistribusian bantuan logistik dilakukan melalui jalur perairan.

“Ketiga kecamatan tersebut yakni Helumo, Tomini dan Posigadan. Adapun kebutuhan yang diperlukan warga terdampak antara lain makanan siap saji, perlengkapan dapur, kasur, tikar, selimut, tenda pengungsi, serta paket sandang,” katanya.


Editor : Maria Christina