Tak Pernah Ngantor, 2 ASN Dinkes dan Pegawai Puskesmas Minahasa Tenggara Dipecat

Koran SINDO ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 15:27:00 WITA
Tak Pernah Ngantor, 2 ASN Dinkes dan Pegawai Puskesmas Minahasa Tenggara Dipecat
Suasana sidang kode etik ASN Pemkab Minahasa Tenggara. (Foto: Istimewa)

RATAHAN, iNews.id - Sebanyak tiga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, diberi sanksi pemecatan. Keputusan ini berdasarkan hasil sidang majelis kode etik dan perilaku yang digelar di ruang Sekretaris Daerah Kantor Bupati Mitra, Rabu (7/10/2020).

Identitas ketiga ASN masing-masing berinisial BW dan DP yang bekerja di Dinas Kesehatan. Kemudian HH, ASN yang bertugas di Puskesmas Pusomaen.

Ketua Majelis Sidang Kode Etik David Lalandos mengatakan, ketiga ASN terbukti melakukan pelanggaran berat dengan tidak masuk kantor dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Berdasarkan aturan PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Kepagawaian, sidang majelis kode etik memutuskan sanksi pemecatan dengan hormat bagi dua ASN dan pemecatan tidak hormat bagi satu ASN,” ujar David didampingi Wakil Majelis Sidang Frits Mokorimban, Sekretaris Majelis Rine Komansilan dan anggota Majelis Marie Makalow 

Dalam sidang ini, kedua ASN yakni BW dan DP hadir dalam sidang putusan tersebut. Sementara HH tak pernah muncul sejak sidang pertama digelar hingga putusan. Terungkap dalam sidang, ketiganya sudah tidak masuk kantor dengan selang waktu di atas 100 hari.

“Ini keputusan yang harus diambil untuk menegakan displin ASN di lingkungan Kabupaten Mitra. Demikian halnya soal keadilan yang harus diberlakukan agar tindakan indisipliner ini tidak membias. Harapan kami tidak ada lagi ASN yang berperilaku seperti itu,” kata Lalandos.

Seusai sidang, BW dan DP mengakui kesalahannya. Dalam pembelaannya sebelum putusan, mereka sempat meminta keringanan sanksi. Hanya saja dalam putusan sidang, mereka harus menerima pemecatan.

Diketahui, selang setahun terkahir, tercatat sudah 6 ASN Pemkab Mitra yang dipecat atas pelanggaran serupa.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Rine Komansilan melalui Kepala Bidang Kinerja dan Disiplin Billy Munaiseche mengungkapkan, di tahun 2020 ada tujuh ASN yang telah menjalani proses sidang kode etik.

“Jadi dari tujuh yang disidang, enam di antaranya menerima sanksi pemecatan. Sementara satu terlapor disanksi penurunan pangkat,” kata Munaiseche.


Editor : Donald Karouw