Bunga Krisan asal Sulut Didorong Jadi Komoditas Ekspor Baru ke Jepang

Arther Loupatty ยท Jumat, 16 Oktober 2020 - 14:03 WITA
Bunga Krisan asal Sulut Didorong Jadi Komoditas Ekspor Baru ke Jepang
Kunjungan staf khusus Mentari Pertaniaan di salah satu lokasi budidaya bunga krisan di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. (Foto: Istimewa)

MANADO, iNews.id - Bunga krisan asal Sulawesi Utara (Sulut) didorong jadi salah satu komoditas ekspor baru ke Jepang. Peluang ini menyusul dengan dibukanya penerbangan langsung Manado - Jepang.

“Saat ini baru Sumatera Utara yang mengekspor bunga krisan langsung ke Jepang. Kami optimistis sebentar lagi bunga krisan asal Sulut juga bisa masuk pasar Jepang. Apalagi sekarang sudah tersedia penerbangan langsung, peluang besar ini harus kita tangkap,” ujar Kepala Karantina Pertanian Manado Donni Muksydayan, Jumat (16/10/2020).

Dia mengungkapkan, telah mendampingi Staf khusus Menteri Pertanian, Yessiah Eri kunjungan ke beberapa lokasi budidaya krisan di Kota Tomohon pekan lalu. Hal ini sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo untuk melaksanakan program strategis Gerakan Peningkatan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) di Sulut.

Menurutnya, Karantina Pertanian Manado akan berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon untuk pendampingan dan memfasilitasi petani bunga krisan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor beserta dengan pemenuhan persyaratan ke Jepang.

Donni mengatakan, secara topografi, Sulut menyimpan potensi hasil alam yang begitu melimpah bukan hanya dari sektor perkebunan, tapi juga florikultura. Indahnya ribuan bunga krisan yang tumbuh di dataran tinggi Sulut menambah deretan panjang hasil alam Nyiur Melambai yang potensial untuk diekspor.

Bunga krisan ini juga telah banyak dibudidayakan petani lokal dan meramaikan pasar domestik. Bahkan Tomohon dikenal sebagai sentra krisan terbesar di Indonesia setelah pulau Jawa. Hal itu dibuktikan dengan adanya festival tahunan Tomohon Internasional Festival Flower (TIFF) yang setiap tahun dihadiri beberapa negara Asia hingga Eropa.

Petani di Tomohon pada umumnya bisa menghasilkan 200.000 pohon per bulan. Secara kualitas, bunga krisan asal Sulut juga tidak diragukan lagi karena telah lama dan banyak meramaikan pasar nasional.

"Secara produksi mencukupi, kami akan bantu dampingi ada beberapa persyaratan khusus yang mungkin harus dipenuhi untuk masuk pasar internasional, kita bisa," ujar Donni.


Editor : Donald Karouw