Polda Sulut Jelaskan Duduk Perkara dan Kronologi Warga Bunaken Tewas Ditembak Polisi

Arther Loupatty · Kamis, 18 Agustus 2022 - 22:09:00 WITA
Polda Sulut Jelaskan Duduk Perkara dan Kronologi Warga Bunaken Tewas Ditembak Polisi
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abast saat ekspos kasus kejadian di Bunaken. (Foto : iNews/Arther Loupatty)

MANADO, iNews.id - Seorang warga sipil berinisial RL tewas ditembak polisi di wilayah Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Dalam perkara tersebut, Polda Sulawesi Utara memberi penjelasan duduk perkara dan kronologi kejadian.

Jumpa pers ini dihadiri Dirreskrimum dan Kabid Propam Polda Sulut, Kapolresta Manado, Kasat Reskrim Polresta Manado, Ombudsman RI Perwakilan Sulut, ahli hukum pidana, kepala lingkungan setempat serta saksi di TKP, Kamis (18/8/2022).

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abast menjelaskan runtutan peristiwa yang terjadi pada Sabtu (23/7/2022) malam. Saat itu, RL (39) minum miras bersama beberapa temannya di warung milik warga setempat.

Kemudian RL membuat keributan sambil berteriak-teriak dengan membawa pisau badik menuju rumah saksi I Made Sukadana sambil mengancam untuk membongkar kandang ayam.

Kemudian pukul 22:14 WITA, Kepala SPK Polsek Bunaken menerima telepon pengaduan dari warga masyarakat setempat tentang keributan yang dilakukan orang dalam keadaan pengaruh miras dan melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam di Kelurahan Pandu Lingkungan VII.

Selain itu, peristiwa tersebut juga dilaporkan melalui call center 112 sekitar pukul 22:53 WITA oleh Ken Salibana.

“Berdasarkan info tersebut, petugas Polresta Manado meneruskan ke Polsek Bunaken. Informasi langsung ditindaklanjuti  Kepala SPK Polsek Bunaken kepada dua petugas Polsek Bunaken,” ujar Abast, Kamis (18/8/2022).

Pada saat kedua petugas Polsek Bunaken yakni Bripka WL dan Bripka SR sedang patroli rutin, mereka mendapat telepon dari Kepala SPK Polsek Bunaken yang menginformasikan agar mendatangi TKP. Sebab ada kejadian pengancaman dengan menggunakan senjata tajam.

“Saat tiba di TKP pukul 22:50 WITA, Bripka WL dan Bripka SR melihat RL sedang membuat keributan sambil memegang senjata tajam jenis pisau badik atau besi putih. Kemudian saat akan diamankan ke Mako Polsek Bunaken, RL berontak dan melakukan perlawanan serta mengajak berkelahi,” katanya.

Sebelumnya, saat kedua petugas akan turun dari mobil patroli Polsek Bunaken, RL telah melempar senjata tajam ke bawah kendaraan angkutan umum (mikro) yang terparkir di area tersebut. Setelah itu Bripka WL dan Bripka SR menghampiri RL dengan maksud untuk mengamankannya. Namun RL berontak dan membuat perlawanan, serta mengajak kedua petugas kepolisian tersebut untuk berkelahi.

“Setelah itu RL kembali sambil berlari ke arah warung tempat minum miras awal, sedangkan Bripka WL dan Bripka SR berjalan ke arah mobil patroli. Namun saat sedang berjalan, Bripka WL melihat RL mengejar keduanya dengan tangan kanan di belakang badan, sehingga keduanya menghindar dengan berlari ke arah atas (dataran yang lebih tinggi),” katanya.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: