Timsus Maleo Ungkap Pemalsuan Data Sim Card, 4 Pelaku Ditangkap

Arther Loupatty ยท Rabu, 22 Juli 2020 - 21:36 WIB
Timsus Maleo Ungkap Pemalsuan Data Sim Card, 4 Pelaku Ditangkap
Press Conference Pemalsuan Data Aktivasi Sim Card Seluler diungkap Timsus Maleo Polda Sulut (Foto : iNews.id/Arther)

MANADO, iNews.id – Tim Khusus Maleo Polda Sulawesi Utara mengungkap pemalsuan data elektronik aktivasi Sim Card Selular yang dilakukan empat pelaku. Polisi juga mengamankan puluhan ribu kartu sim card.

Pelaku berjumlah empat orang yakni TAK (48) yang merupakan Branch Manager PT MDM , VRM (24) operator klaster Manado, FER (33) operator klaster Tomohon, Minahasa, Minsel, dan Mitra serta, AMP (26) operator klaster Bolmong Raya.

Para Pelaku pemalsuan aktivasi sim card seluler yang ditangkap Timsus Maleo Polda Sulut
Para Pelaku pemalsuan aktivasi sim card seluler yang ditangkap Timsus Maleo Polda Sulut

"Dalam proses penyelidikan kepolisian tidak menutup kemungkinan bahwa kasus ini bisa jadi terintegrasi dengan kasus yang sama di daerah Jawa Timur dan Kalimantan Timur," ujar Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast saat konferensi pers di Polda Sulut, Rabu (22/7/2020).

TAK (48) sebagai pemilik perusahaan bertugas untuk mendistribusikan sim card ke para tersangka yang bertugas sebagai operator di masing-masing wilayah.

Setelahnya para operator tersebut mencari data KTP dan KK melalui internet yang kemudian digunakan untuk registrasi sim card.

Setelah berhasil diaktivasi, sim card tersebut diserahkan kembali ke TAK untuk didistribusikan kepada para sales dan kemudian dijual ke masyarakat.

Dalam penangkapan polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa 37.040 kartu sim yang sudah diregistrasi tapi melewati masa berlaku, 3.050 buah kartu sim yang telah diregistrasi dan masih berlaku, serta 6.742 kartu sim yang siap diregistrasi.

Selain itu polisi juga menyita beberapa perangkat komputer lengkap, laptop, modem, serta flash disk.

Jules Abast juga mengatakan hingga kini polisi masih terus menyelidiki keuntungan apa saja yang didapat para pelaku serta kerugian yang dialami masyarakat.

"Untuk masyarakat yang merasa atau melihat kejadian serupa agar lapor langsung ke polisi," kata Jules Abast

Atas perbuatan ini, para pelaku melanggar Pasal 51 ayat (1) Jo Pasal 35 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No.19 Tahun 2016. Jo pasal 55 dan 56 KUHP, ancaman hukuman pidana penjara 12 tahun.


Editor : Arther Loupaty